Kamis, 15 Maret 2018

Tahukah kalian dimana unta menyimpan cadangan air? Sehingga unta dapat bertahan di padang pasir yang panas dan kering?

Unta sekali minum mampu menghabiskan 150 liter air. Kelebihan air yang dikonsumsi disimpan ke dalam sel-sel darah. Sehingga sel-sel darah merahnya mampu membesar hingga 4x ukuran normalnya. Lalu bagaimana dengan cairan sel tersebut? Apakah mempengaruhi metabolisme unta? Secara teori bahwa adanya cairan (air minum) yang bersifat hipotonis akan menyebabkan masuknya cairan tersebut ke sel yang bersihat hipertonis. Keadaan seperti ini pada spesies lain akan menyebabkan kerusakan sel. Namun pada unta membran eritrosit memiliki struktur yang khusus sehingga sel tersebut tidak mengalami kerusakan. Fakta lain, bahwa unta memiliki struktur ginjal khusus yang mampu mengurangi penguapan cairan tubuh, sehingga urin yang dikeluarkan pun sangat pekat. Rumor yang beredar bahwa punuk unta merupakan tempat simpanan air. Faktanya bahwa cadangan air tidak disimpan dalam punuk melainkan di sel tubuh. Punuk unta merupakan cadangan lemak yang nantinya dapat menghasilkan air meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit. 





Tahukah kalian bagaimana minuman isotonik mampu menjaga cairan tubuh tetap dalam keadaan setimbang?

Sebelumnya, tahukah kalian apa itu isotonis, isoosmotik dan osmoregulasi? 

Okay, Osmoregulasi adalah kemampuan organisme untuk menjaga cairan tubuhnya tetap dalam keadaan seimbang. sedangkan isotonis maupun isoosmotik adalah suatu keadaaan dimana suatu larutan memiliki tekanan osmotik yang sama dengan larutan yang lain. Misalkan tekanan osmotik sel darah merah sama sama dengan tekanan osmosa larutan NaCl 0.9%. Nah, larutan NaCl tersebut merupakan larutan yang isotonis terhadap sel tubuh kita. Lalu yang disebut minuman isotonik itu apakah sama dengan NaCl? Biasanya itu, minuman isotonik mengandung air, gula, pengatur keasaman, serta ion-ion yang lain seperti Natrium klorida, kalium klorida, kalsium laktat dan sebagainya. 

Lalu tahukah kalian? jika ion-ion yang ditambahkan dalam minuman tersebut sudah isotonis dengan sel kita, dan kemudian ditambahkan gula justru akan menjadikan minuman itu hiperosmotik? Ya, larutan tersebut bisa jadi hiperosmotik. Lalu bagaimana dengan keadaan sel kita setelah minum minuman isotonik tersebut? Jadi gini, Glukosa yang ditambahkan dalam minuman tersebut akan dijadikan sumber energi sel untuk melakukan metabolisme, sehingga glukosa tersebut akan segera diserap dan dimetabolisme. Sehingga cairan dalam tubuh kita akan tetap isotonis dengan adanya minuman ion tersebut. Jadi agan, dan sista tidak perlu khawatir jika minum minuman isotonik. Minuman isotonik mampu menjaga tubuh kita tetap seimbang, serta membuat kita semakin konsentrasi dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Diet Karbo? Apasih? Bahaya nggak ya? Diet karbo merupakan salah satu jenis diet untuk menurunkan berat badan dengan cara mengurang...